Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Daging Kambing Kurban?

Friday, September 9th, 2016 - Kesehatan, pantangan

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Daging Kambing Kurban? Pada umumnya, ibu hamil muda cukup mendapat banyak larangan dalam melakukan ini-itu di dasarnya, termasuk dalam hal makanan. Namun sebagian dari hal-hal yang dilarang, bisa berupa mitos yang tanpa kita tau malah semakin dipercaya hingga membudidaya di masyarakat.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Daging Kambing Kurban

Salah satu yang pasti diketahui oleh ibu hamil yang menjadi larangan, adalah tentang bagaimana ibu hamil mengkonsumsi daging kambing. Sebagian berpendapat hal ini boleh-boleh saja, namun sebagian lain sangat jelas melaranganya. Sebenarnya, benarkah daging kambing itu sendiri berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil? Apalagi, sekarang ini mendekati hari raya Idul Adha, dimana kita pasti akan menjumpai daging kambing di menu makan untuk beberapa hari kedepan.

Jika Anda ibu hamil yang sangat menyukai daging kambing, namun terlalu bingung untuk mengetahui apakah ada efek yang membahayakan bagi kehamilannya bahkan ibunya jika memaksakan diri mengkonsumsi daging kambing? Ini dia jawaban untuk pertanyaan tersebut.

• Mengkonsumsi daging kambing berisiko menaikan tekanan darah pada ibu hamil.

Naiknya tekanan darah dari batas yang seharusnya (Hipertensi) yang terjadi pada ibu hamil memang merupakan kondisi yang cukup membahayakan. Karena Hipertensi akan berujung pada terjadi permasalahan pada pemburuluh darah, serta keracunan kehamilan atau preeklamsia pada saat persalinan kelak. Jadi sebaiknya, ibu hamil menjaga kestabilan tekanan darah agar tetap dalam kondisi normal.

• Mengkonsumsi daging kambing baik untuk penderita Anemia dan Hipotensi (tekanan darah rendah).

Di sisi lain, jika ibu hamil menderita Anemia dan Hipotensi, maka diperbolehkan jika mengkonsumsi daging kambing. Karena Anemia dan Hipotensi yang terjadi pada ibu hamil biasanya berefek buruk pada kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi, juga semakin menurunkan daya tahan tubuh. Maka dari itu, seporsi daging kambing sangat bisa dikonsumsi oleh ibu hamil yang memiliki kedua masalah kesehatan tersebut. Namun tetap ingat, jangan sampai mengkonsumsi daging kambing secara berlebihan.

• Tidak mengkonsumsi daging kambing setengah matang.

Mengkonsumsi daging apapun selama dalam keadaan tidak matang sempurna memang dapat berisiko. Jika Anda ingin mengkonsumsi daging kambing, Anda harus benar-benar memastikan sepenuhnya bahwa daging telah terbebas segala bakteri dan virus macam Toksoplasma atau Salmonella. Keberadaan virus dan bakteri yang tidak sengaja tertelan pada daging-daging yang tidak dimasak matang akan mengganggu tubuh Anda, terlebih jika terjadi pada ibu hamil. Dapat merusak pertumbuhan janin.

• Mengkonsumsi daging kambing pada ibu hamil menyebabkan panas di perut.

Kondisi ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada ibu hamil saja, pada beberapa orang juga mengalami hal yang sama. Namun keterangan ini sepenuhnya adalah mitos. Sebenarnya perut terasa panas terjadi akibat kondisi lambung yang lemah. Lambung yang lemah harus bekerja ekstra dalam mencerna Protein daging kambing yang lebih padat dari daging-daging lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat daging kambing terasa panas di perut.

Kesimpulannya, selama kondisi ibu hamil cukup sehat dan tidak mengalami keluhan sakit maag atau Hipertensi, maka tidak masalah untuk mencicipi olahan masakan daging kambing kurban ketika nanti di hari raya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Daging Kambing Kurban? | Intan Nuraeni | 4.5