Demam Tinggi saat Hamil Bisa Memicu Risiko Autisme

Friday, June 16th, 2017 - Ibu Hamil, Kesehatan, kesehatan ibu hamil

Demam Tinggi saat Hamil Bisa Memicu Risiko Autisme,- Demam merupakan kondsii ketika suhu tubuh berada diatas 38 derajat celcius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk dengan demam obat atau drug fever.

Demam bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun, termasuk pada ibu hamil. Namun, ibu tidak boleh menganggap sepele demam yang dialami pada masa kehamilan. Karena kondisi ini ternyata bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan janin yang ada dalam kandungan, bahkan hingga ia dilahirkan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Mailman School of Public Health, Columbia University, New York City, menemukan, bahwa spektrum autisme lebih kuat diantara anak-anak yang ibunya mengalami demam selama masa kehamilan trimester dua.

Gangguan spektrum autisme (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang kompleks dan gejalanya sulit dikenali. Para ahli percaya bahwa ASD merupakan kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan yang mencakup infeksi virus, polusi, dan komplikasi kehamilan.

Mady Hornig, seorang profesor efidemiologi di Mailman School of Public Health, menyebutkan bahwa studi ini meungkin membuktikan bahwa respons kekebalan ibu dapat mempengaruhi perkembangan saraf sebelum anak lahir.

Baca juga :

Para peneliti menganalisis data dari sebuah penelitian yang diikuti 95.754 anak yang lahir di Norwegia antara tahun 1999 dan 2009, termasuk laporan yang diisi oleh ibu mereka selama masa kehamilan. Catanan menunjukkan bahwa 583 kasus ASD teridentifikasi pada anak-anak. Mereka juga menunjukkan bahwa ibu dari 15.701 atau 16% dari anak-anak melaporkan demam setidaknya sekali selama masa kehamilan mereka.

Analisis tersebut menemukan bahwa demam selama kehamilan dikaitkand engan 34% risiko ASD yang lebih tinggi pada anak tersebut. Sementara demam pada trimester kedua terkait dengan risiko ASD 40% lebih tinggi.

Dokter belum yakin terkait penyebabnya, namun diduga risiko semakin tinggi pada trimester kedua ini disebabkan karena pada saat itulah bayi mengalami perkembangan dan pembentukan dibagian otak. Walaupun begitu, peneliti juga mengatakan bahwa kemungkinannya masih relatif kecil dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Studi ini juga menyelidiki sejauh mana penggunaan dua obat anti-demam, yaitu asetaminofen dan ibuprofen mempengaruhi kehamilan dan meningkatkan risiko ASD. Namun, para peneliti tidak menemukan efek yang berarti.

By Sri Maryati

Demam Tinggi saat Hamil Bisa Memicu Risiko Autisme | Intan Nuraeni | 4.5