Faktor Risiko Kelainan Bawaan Bayi Baru Lahir

Wednesday, December 27th, 2017 - Kesehatan, persalinan

Merupakan suatu hal yang bisa terjadi pada ibu manapun, saat melahirkan kemudian bayi yang baru dilahirkan mengalami kelainan bawaan.

Faktor Risiko Kelainan Bawaan Bayi Baru Lahir

Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui pasti tentang penyebabnya. Bahkan, menurut Dokter Umum, SIloam Hospitals Lippo Village, Karawaci, Agustina menyatakan jika ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan resiko kemungkinan terjadinya kelainan bawaan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Teratogenik.

Teratogen merupakan setiap faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya suatu kelainan bawaan. Yang termasuk ke dalam Teratogenik adalah kelainan bawaan yang terjadi akibat radiasi, konsumsi obat tertentu, racun, dan infeksi saat kehamilan.

2. Gizi.

Menjaga kesehatan janin juga penting dengan memenuhi kebutuhan gizinya. Salah satu zat gizi yang penting untuk pertumbuhan janin adalah asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan terjadinya kelainan tabung saraf.

3. Faktor fisik pada rahim.

Di dalam rahim bayi terendam oleh cairan ketuban yang menjadi pelindung dari kemungkinan cedera. Cairan ketuban yang terlalu sedikit dapat memengaruhi pertumbuhan paru-paru dan anggota gerak tubuh, atau bisa menunjukkan adanya kelainan ginjal yang memperlambat proses pembentukan air kemih. Sementara penimbunan cairan ketuban terjadi jika janin mengalami gangguan menelan, yang bisa disebabkan oleh kelainan otak yang berat.

4. Faktor genetik dan kromosom.

Genetik menjadi salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya kelainan bawaan. Beberapa kelainan bawaan merupakan penyakit yang diwariskan melalui gen yang abnormal dari orangtua. Gen adalah pembawa sifat individu yang terdapat di dalam kromosom setiap sel di dalam tubuh manusia. Jika satu gen hilang atau cacat, maka bisa terjadi kelainan bawaan.

Baca juga :

Faktor Risiko Kelainan Bawaan Bayi Baru Lahir | Intan Nuraeni | 4.5