Hal-hal Berikut Bisa Jadi Tanda Kehamilan Kembar

Monday, October 23rd, 2017 - Ibu Hamil

Kehamilan kembar, mungkin adalah salah satu dari sekian banyaknya kehamilan yang sangat Bunda idam-idamkan. Walaupun kadang kondisi ibu sedang hamil bayi kembar ataupun tidak perlu dilihat melalui pemeriksaan USG, namun tidak sedikit dari orang-orang yang kemudian menebak bayi yang di dalam kandungan adalah kembar dengan melihat hal-hal berikut.

Hal-hal Berikut Bisa Jadi Tanda Kehamilan Kembar

  • Sejak awal kehamilan, perut sudah terlihat besar.

Banyak yang bilang, jika dari awal kehamilan perut sudah terlihat sangat besar bisa jadi tanda kalau Bunda tengah mengandung anak kembar. Namun hal ini sebenarya belum bisa dipastikan kebenarannya. Pasalnya, tulang punggung dari rata-rata wanita Asia memiliki bentuk yang pendek sehingga ketika hamil, perut menjadi terlihat sangat besar. Perut yang besar ini tidak berlaku pada wanita yang memiliki tulang punggung tinggi. Jadi, walaupun mengandung bayi kembar, ibu yang badannya tinggi tidak akan terlihat sedang hamil bayi kembar.

  • Melalui detak jantung bayi yang terdeteksi alat Doppler Ultrasound di akhir trimester pertama.

Bagi dokter kandungan atau bidan yang telah berpengalaman, mereka akan mengetahui saat dimana Bunda hamil anak kembar melalui detak jantung yang multipel; lebih dari satu jenis. Namun, menurut American Pregnancy Association (APA) hal ini bisa saja nggak akurat karena detak jantung bayi tunggal pun bisa terdeteksi di beberapa area perut ibu.

  • Kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) tinggi.

Kadar hormon HCG yang tinggi dapat dilihat melalui tes urin pada kehamilan awal. Kalau Bunda melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack, kadar hormon HCG yang cukup tinggi bisa langsung menunjukkan hasil positif dengan dua strip yang terlihat jelas.

Akan tetapi hal ini masih diragukan sebab bagi wanita yang telah menjalani terapi kesuburan, saat tes darah juga dapat menunjukkan hasil konsentrasi HCG yang cukup tinggi sejak awal konsepsi. Menurut APA, kenaikan kadar hormon HCG tidak serta merta menunjukkan jika ibu sedang hamil bayi kembar. Hormon HCG yang tinggi harus diperiksakan lebih lanjut lagi karena juga bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu.

  • Ibu merasa mual terus-menerus yang berlangsung dari awal kehamilan.

Kondisi ini memang umum terjadi pada ibu hamil, namun ternyata juga dikaitkan dengan pertanda kehamilan kembar. Terlebih jika ini disertai dengan bunda yang kesulitan untuk mengunyah dan melenan makanan. Juga saat bunda merasa nggak bisa mentoleransi makanan mulai dari bau, tekstur, bahkan penampakannya, disebutkan itu bisa menjadi tanda bunda hamil bayi kembar.

Namun para ahli menuturkan jika tidak semua ibu hamil dengan kehamilan kembar mengalami morning sickness yang parah. Ibu dengan bayi tunggal pun bisa mengalami kejadian ini.

  • Kebutuhan kalori ibu hamil kembar lebih banyak.

Menurut Jeffrey Ecker MD dari Maternal Fetal Medicine Fellowship, Massachusetts General Hospital di Boston menyatakan jika ibu hamil kembar akan butuh lebih banyak kalori dibandingkan dengan ibu hamil dengan 1 bayi. Jadi, ibu memang disarankan untuk menaikkan berat badan 17-25 kg. Tapi perlu diingat adalah naiknya berat badan harus sehat dan tidak boleh asal makan, karena nutrisi sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin.

  • Tubuh membengkak saat hamil.

Ibu hamil bayi kembar cenderung mempertahankan lebih banyak air dalam tubuhnya sehingga mengalami lebih banyak pembengkakan. Mengapa hal tersebut terjadi? Jawabannya adalah wanita secara alami mempertahankan air saat hamil, saat ibu hamil bayi kembar maka kadar air di dalam tubuh pasti jauh lebih banyak. Jika bengkaknya ekstrem, lebih baik segera diperiksakan ke dokter. Pembengkakan yang ekstrem disebut edema, di tangan, wajah, dan kaki bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih serius (seperti preeklampsia). Mneurut APA, rata-rata, wanita yang hamil bayi kembar bisa memiliki berat badan sekitar 10 kilogram lebih banyak daripada ibu yang mengandung satu bayi.

  • Bagian hidung dan gusi ibu hamil lebih sensitif.

Hal ini diakibatkan tekanan darah yang tinggi dan fluktuasi hormon sehingga bisa menyebabkan jaringan pembuluh darah halus di hidung dan mulut melebar. Kondisi itu bisa juga menyebabkan mimisan, hidung tersumbat, dan gusi berdarah setelah menyikat gigi.

Hal tersebut dikatakan wajar, tapi sebaiknya ibu hamil jangan malas menyikat gigi karena takut gusinya berdarah. Sebab, kebersihan gigi yang buruk selama kehamilan bisa menyebabkan kelahiran prematur dan bahkan mungkin preeklampsia.

  • Pergelangan tangan terasa sakit.

Sindrom Carpal Tunnel / sakit pada pergelangan tangan jadi salah satu keluhan beberapa ibu hamil. Pada umumnya, ibu yang hamil bayi kembar akan mengeluhkan hal tersebut. Sindrom ini disebabkan oleh volume darah yang ekstra pada ibu hamil.

Semua darah ekstra ini dapat menyebabkan saraf median di pergelangan tangan menjadi sempit secara alami. Biasanya akan menyebabkan rasa sakit, mati rasa atau kesemutan di tangan dan pergelangan tangan. Akan tetapi tidak perlu khawatir sebab sindrom ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu 6 sampai 12 minggu setelah melahirkan.

  • Payudara terasa lebih lembut dan kenyal.

Payudara yang lembut dan kenyal diyakini menjadi salah satu tanda-tanda umum hamil bayi kembar. Nyeri yang muncul pada otot payudara, terjadinya inflamasi, serta bagian areola yang menggelap juga disebut jadi tanda ibu hamil bayi kembar. Biasanya para ibu hamil yang merasakannya, akan mengalami ketidaknyamanan saat memakai bra.

Untuk meredakan rasa nyeri tersebut, Bunda dapat mengompres payudara dengan air hangat atau dingin, tergantung kebutuhan. Pakailah bra yang menyokong payudara dengan benar. Lalu, sering-seringlah melakukan terapi relaksasi untuk mengontrol kecemasan dan stres terkait nyeri payudara.

Baca lainnya :

Hal-hal Berikut Bisa Jadi Tanda Kehamilan Kembar | Intan Nuraeni | 4.5