Jenis Obat-Obatan yang Digunakan dalam Induksi Persalinan

Wednesday, August 30th, 2017 - persalinan

Jenis Obat-Obatan yang Digunakan dalam Induksi Persalinan,- Ketika tanda persalinan tidak kuncung timbul meskipun tanggal perkiraan sudah lewat terkadang membuat ibu khawatir. Sehingga tidak sedikit ibu hamil yang memilih persalinan dengan induksi.

Dokter juga biasanya memang akan menyarankan induksi untuk merangsang kontraksi jika proses persalinan tidak terjadi secara alami, baik dengan cara yang alami ataupun melalui pemberian obat-obatan. Dokter juga bisa menggunakan metode induksi jika proses persalinan terhenti karena alasan tertentu.

 

Terdapat beberapa kondisi persalinan yang menyebabkan dokter biasanya mengambil tindakan induksi, seperti diantaranya :

  • Usia kehamilan sudah melewati hari perkiraan lahir (HPL) selama satu hingga dua minggu.
  • Jika ibu hamil mengalami kondisi-kondisi yang dapat membahayakan ibu dan janin jika kehamilan terus berlanjut, seperti hipertensi, infeksi, pre-eklampsia, atau diabetes.
  • Jika air ketuban sudah pecah namun belum terjadi kontraksi secara alami.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu cara untuk menginduksi persalinan adalah dengan menggunakan jenis obat tertentu. Obat-obatan tersebut berfungsi untuk merangsang terjadinya kontraksi rahim, serta mematangkan mulut rahim (serviks).

Berikut ini merupakan jenis obat-obatan yang digunakan dalam induksi persalinan, diantaranya adalah :

  • Misoprostol

Misoprostol sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi ulkus atau luka pada lambung dan usus dua belas jari akibat efek samping penggunaan obat golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID). Namun, karena obat ini juga memiliki efek merangsang kontraksi rahim atau uterus, maka banyak digunakan off label dalam induksi persalinan.

Misoprostol tersedia dalam bentuk tablet dan dapat diberikan melalui mulut (diminum) atau ditempatkan di vagina. Pada penggunaan obat misoprostol, denyut jantung janin serta frekuensi kontraksi yang terjadi akan dipantau secara berkala.

Namun, obat ini tidak dapat diberikan sebagai induktor persalinan pada ibu yang sebelumnya pernah melahirkan melalui operasi caesar. Hal ini disebabkan karena penggunaan misoprostol pada kondisi ini dapat menyebabkan uterine rupture.

Artikel terkait : Jenis-Jenis Induksi Persalinan

  • Oksitosin (oxytocin)

Oksitosin adalah nama generik salah satu obat yang sering digunakan dalam induksi persalinan. Di Indonesia sendiri, oksitosin tersedia dalam berbagai merk dagang. Namun, semuanya tersedia dalam bentuk cairan injeksi di kemasan ampul dengan kekuatan 10 International Uinis (IU) tiap milimeter.

Obat ini bekerja menstimulasi kontraksi otot polos yang ada di uterus atau rahim. Sehingga diharapkan mulut rahim akan membuka untuk jalan lahir. Oksitosin diberikan melalui injeksi atau infus, lewat pembuluh darah vena (intravena), dan juga bisa diberikan melalui injeksi ke dalam otot (intramuskular). Jika oksitosin diberiakn melalui infus, maka harus digunakan suatu alat yang disebut dengan infusion pump untuk mengatur kecepatan infus sesuai dengan yang diinginkan.

Seteleha masuk ke peredarah darah emlalyi intravena, maka efek rangsangan kontraksi rahim akan terjadi dalam waktu yang sangat cepat, yaitu kurang dari 1 menit. Adapun jika infus dihentikan, maka efek kontraksinya masih bisa terasa hingga 1 jam kemudian.

Selama pemberian oksitosin, ada beberapa parameter, baik dari ibu ataupun janin, yang akan dipantau secara berkala, yaitu denyut jantung janin serta frekuensi dan durasi kontraksi yang dialami oleh ibu.

Selain digunakan untuk menginduksi persalinan, oksitosin juga digunakan pada periode postpartum atau setelah kelahikan terjadi untuk mengurangi perdarahan yang terjadi.

By Sri Maryati

Jenis Obat-Obatan yang Digunakan dalam Induksi Persalinan | Intan Nuraeni | 4.5