Lebih Sakit Mana Melahirkan Normal Dengan Operasi Caesar

Friday, November 10th, 2017 - Kesehatan

Ibu hamil sudah pasti mempersiapkan segalanya termasuk persiapan untuk melahirkan bahkan dari jauh-jauh hari.

Pilihan melahirkan untuk operasi caesar biasanya disarankan bagi ibu hamil yang memiliki resiko berbahaya tertentu jika ia melahirkan dengan normal, misalnya ibu yang akan melahirkan bayi kembar, atau menderita penyakit seperti Hipertensi dan Diabetes. Bahkan ada sebagian dari ibu yang akan melahirkan dalam kondisi baik-baik saja justru memilih jalan operasi sebab tidak ingin merasakan sakit saat melahirkan. Nah, apakah memang benar jika melahirkan jauh lebih sakit dibandingkan dengan melalui operasi caesar?

Lebih Sakit Mana Melahirkan Normal Dengan Operasi Caesar

Rasa sakit yang timbul dari melahirkan normal dan melahirkan caesar.

Jika ibu beranggapan bahwa melahirkan dengan jalan operasi caesar tidak lebih sakit dibandingkan dengan melahirkan secara normal, maka anggapan ini salah besar. Saat Anda menjalani operasi caesar, sudah pasti tidak akan merasakan sakit apa-apa saat dibedah sebab telah diberikan obat bius terlebih dahulu. Jika pada melahirkan normal, ibu memang sudah pasti dalam keadaan sadar sepenuhnya dan ikut berjuang untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut sehingga pasti merasakan sakit.

Namun coba lihat apa yang terjadi setelah operasi caesar dilakukan? Ibu juga pasti akan merasakan rasa sakit setelah operasi, bahkan butuh waktu pemulihan lebih lama dibandingkan melahirkan secara normal. Faktanya, operasi caesar termasuk operasi besar yang menyebakan pendarahan pada perut ibu. Oleh karenanya tidak mengherankan jika saat proses pemulihan, mereka yang melalui jalan operasi bisa berlangsung lebih lama dibandingkan dengan ibu yang melahirkan normal. Lalu, luka bekas sayatan operasi ini juga bisa menyeabkan ketidaknyamanan dan Anda memerlukan waktu berminggu-inggu untuk pulih dari ketidaknyamanan tersebut. Sedangkan, keuntungan pada melahirkan normal, ibu tidak memerlukan waktu sampai selama itu dan normalnya akan pulih hanay dalam beberapa hari saja. Jadi sudah bisa menebak mana yang lebih baik?

Melihat komplikasi dari melahirkan normal dan melahirkan melalui operasi caesar.

Saat ibu melahirkan normal, resiko yang banyak terjadi adalah ibu mengalami vagina robek sehingga perlu dijahit. Hal tersebut mungkin menyebabkan kelemahan atau cedera pada otot panggul yang mengontrol keluarnya urin dan fungsi usus besar. Dalam penelitian para ahli terungkap jika ibu hamil yang melahirkan normal lebih mungkin untuk mengalami masalah pada usus besar atau mengalami inkontinensia urin dibandingkan dengan yang melahirkan caesar. Ibu yang melahirkan normal juga mungkin akan mempunyai pengalaman urin bocor (mengompol) saat batuk, bersin, atau tertawa.

Resiko juga terjadi pada ibu yang menjalankan operasi caesar, bahkan dapat memberi resiko tambahan bagi ibu hamil dibandingkan dengan melahirkan normal. Dikatakan bahwa resiko dari operasi caesar bisa lebih membahayakan ketimbang melahirkan normal. Peningkatan resiko dari kehilangan darah dan infeksi bisa lebih besar saat Anda melahirkan caesar dibandingkan normal. Organ dalam Anda, seperti usus dan kandung kemih dapat terluka selama operasi.

Dalam sebuah penelitian di Prancis juga menunjukkan jika ibu yang melahirkan caesar mempunyai kemungkinan 3 kali lebih besar untuk meninggal daripada ibu yang melahirkan normal. Hal ini bisa terjadi karena peningkatan resiko penggumpalan darah, infeksi, dan komplikasi karena suntikan obat bius (anestesi). Bagi ibu yang pernah melakukan operasi caesar, ada kemungkinan ia akan melahirkan caesar lagi di kehamilan selanjutnya. Komplikasi kelainan plasenta pada kehamilan selanjutnya juga lebih besar ketika ibu semakin banyak memiliki operasi caesar.

Baca juga : Bolehkah Ibu Hamil Makan Seafood?

Lebih Sakit Mana Melahirkan Normal Dengan Operasi Caesar | Intan Nuraeni | 4.5