Mengenal Jenis-jenis Kontraksi Pada Ibu Hamil

Thursday, April 13th, 2017 - Ibu Hamil

Kontraksi tidak hanya terjadi ketika mendekati persalinan. Ketika hamil, dinding rahim yang membesar seiring pertumbuhan janin lebih peka terhadap rangsang. Terkadang gerakan yang tiba-tiba dilakukan oleh wanita hamil bisa menyebabkan kontraksi dinding rahim. Begitu pula jika janin dalam rahim menendang atau bergerak-gerak, kadang membuat ibu hamil merasakan kontraksi pada rahimnya. Dan hal ini bukan berarti ibu akan melahirkan, sebab ada beberapa jenis kontraksi saat hamil.

Mengenal Jenis-jenis Kontraksi Pada Ibu Hamil

Jenis-jenis Kontraksi Pada Ibu Hamil

Kontraksi dini

Kontraksi dini adalah jenis kontraksi yang terjadi ketika awal kehamilan dan biasanya terjadi di trimester pertama kehamilan. Kontraksi terjadi akibat meregangnya ligamen di sekitar rahim yang biasanya disertai dengan perut kembung, konstipasi dan dehidrasi. Bila kontraksi di awal kehamilan ini disertai dengan adanya bercak darah, sebaiknya periksakan diri anda pada dokter.

Kontraksi palsu

Kontraksi palsu biasanya terjadi di usia kehamilan 32 minggu yang berlangsung 30 detik setiap 30 menit sekali. Ciri-ciri ibu hamil yang mengalami kontraksi ini adalah nyeri seperti rasa kram haid. Bila kontraksi tidak lama, tidak tambah kuat dan intervalnya memendek, maka persalinan tidak akan terjadi sekarang.

Baca juga: perbedaan kontraksi palsu dengan kontraksi mau melahirkan

Kontraksi inkordinat

Kontraksi inkordinat merupakan kontraksi yang tidak menyeluruh, hanya dibagian perut tertentu saja maka persalinan tidak mengalami kemajuan. Kontraksi inkordinat disebabkan oleh ketuban pecah sebelum waktunya atau dikarenakan ibu memiliki penyakit miom di rahim.

Kontraksi tetanis

Kontraksi tetanis dapat disebabkan oleh plasenta atau ari-ari janin lepas sehingga kontraksi terlalu kuat dan sering, otot rahim tidak mendapat kesempatan relaksasi. Kondisi ini bisa mengancam ibu dan janin,

Kontraksi inersia

Kontraksi inersia merupakan  jenis kontraksi dalam proses persalinan yang lemah, pendek atau tidak sesuai fase. Jenis kontraksi ini dapat disebabkan oleh kelainan fisik ibu yaitu diantaranya anemia, hepatitis, TBC, miom dan kurang gizi.

Kontraksi sebenarnya

Kontraksi sebanarnya baisanya terjadi di usia kehamilan 36 minggu. Dimana bayi mulai turun ke tulang pinggul lebih dalam. Akibatnya timbul desakan di kandung kemih, vagina dan panggul. Dan saat inilah muncul kontraksi sebenarnya yaitu tanda melahirkan. Berlangsung 40-60 detik, terjadi setiap 10-20 menit sekali atau satu jam, lalu berangsur-angsur jadi lebih sering.

Itulah informasi tentang jenis-jenis kontraksi pada ibu hamil. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan anda khususnya untuk ibu hamil.

Mengenal Jenis-jenis Kontraksi Pada Ibu Hamil | Intan Nuraeni | 4.5