Mengenal Penyebab Dan Gejala Toxoplasma Pada Ibu Hamil

Wednesday, July 12th, 2017 - Ibu Hamil

Toxoplasma bagi ibu hamil menjadi salah satu penyebab keguguran berulang dan berbagai gangguan kehamilan yang lain. Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa kucing satu-satunya hewan yang menyebarkan penyakit toxoplasma, padahal itu tidak benar. Parasit toxoplasma bisa menjangkiti dan terbawa oleh manusia dan hewan lain seperti babi, burung, kelinci, kambing dan anjing.

mengenal penyebab dan gejala toxoplasma pada ibu hamil

Penyebab Toxoplasma Pada Ibu Hamil

Toxoplasma ialah infeksi yang disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii. Walaupun infeksi ini biasanya hanya menyebabkan gejala-gejala ringan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, tapi hal ini bisa membahayakan para ibu hamil, terutama pada janin.

Menurut berbagai pakar dan peneliti, kemungkinan ibu hamil terkena toxoplasma dari konsumsi makanan yang terkena infeksi dari parasit toxoplasma gondii. Konsumsi berbagai jenis makanan yang tidak dimasak, air yang terkena konstaminasi, dll. Toxoplasma tidak akan menular dari orang ke orang kecuali dari ibu hamil pada bayinya, transfusi darah atau transplantasi organ.

Gejala Toxoplasma Pada Ibu Hamil

Secara kasat mata, sulit sekali mendeteksi apakah seseorang terkena parasit toxoplasma atau tidak. Pada orang dewasa biasanya tidak disertai dengan gangguan fisik ataupun psikis. Terlebih bila kondisi tubuhnya sehat dan bugar. Beberapa gejala yang bisa terlihat yaitu gejala biasa pada penyakit yang umumnya terjadi seperti demam, sakit kepala, dan mudah lelah.

Tips pencegahan penularan toxoplasma

  • Cuci dan kupas sayur-sayuran dan buah-buahan sebelum dimakan.
  • Hindari konsumsi telur mentah saat hamil
  • Hindari minum susu yang tidak sipasteurisasi dan produk-prosuk yang menggunakan susu tersebut.
  • Cuci bersih peralatan dapur, bersihkan meja dan makanan apapun sebelum anda mengolahnya.
  • Jangan menyentuh mata, hidung atau mulut selama sedang menyiapkan makanan dan selali mencuci tangan sebelum memegang makanan atau sebelum makan.
  • Bila ada luka yang belum kering di bagian tangan, maka gunakan sarung tangan sebelum memegang makanan tersebut.
  • Usir serangga seperti kecoa dan lalat dari makanan.
  • Bila melakukan aktivitas berkebun, gunakan sarung tangan dan jangan menyentuh mata, mulut dan hidung.
  • Hindari minum air yang sudah terkonstiminasi.

Diagnosis Toxoplasma

Untuk mengetahui bahwa ibu hamil terkena infeksi toxoplasma atau tidak, bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Jika seseorang terserang parasit ini, antibodi immunoglobulin M (IgM) dalam darah akan meningkat 4 kali lebih tinggi dari pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, yang menunjukan bahwa infeksi telah aktif di dalam tubuh.

Selain melalui pemeriksaan darah, bisa melalui pemeriksaan amniosentesis. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan kapan saja sejak usia kehamilan lebih dari 15 minggu dan dijadwalkan ulang. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil cairan ketuban dengan jarum khusus lewat perut ibu hamil. Pemeriksaan ini memerlukan keputusan yang pasti karena dapat mengakibatkan resiko keguguran. Pemeriksaan ini dapat mengetahui apakah bayi terkena toxoplasma dari ibu namun tidak menentukan jenis cacat yang diderita oleh bayi anda.

Itulah penyebab gejala dan diagnosis toxoplasma pada ibu hamil. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan ibu hamil.

Mengenal Penyebab Dan Gejala Toxoplasma Pada Ibu Hamil | Intan Nuraeni | 4.5