Mengetahui Efek Samping Minum Kopi Bagi Ibu Menyusui

Friday, May 19th, 2017 - ibu menyusui

Kopi termasuk salah satu jenis minuman yang cukup banyak disukai. Kopi sering dijadikan sebagai minuman untuk meningkatkan energi dan juga menghilangkan kantuk.

Bagi sebagian besar ibu, tidak tidur semalaman karena anak sakit, menangis tanpa henti, atau sekedar memberikan ASI merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini tentu akan membuat ibu merasa ngantuk pada pagi dan siang hari. Untuk mengatasinya, kopi menjadi salah satu solusi yang banyak dipilih. Namun, tidak sedikit pula ibu yang ragu untuk mengonsumsi kopi selama masa menyusui. Jadi, apakah ibu menyusui boleh mengonsumsi kopi atau tidak ?

Ternyata ibu hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi kopi yang mengandung kafein. Namun, perlu diingat, ibu harus membatasi jumlah kopi yang dikonsumsi. Ketika kafein masuk ke dalam aliran darah, kurang dari 1 persen akan masuk ke dalam ASI. Jumlah kafein dalam ASI pun akan terakumulasi beberapa jam setelah dikonsumsi.

Sedangkan tubuh si kecil belum bisa memecah dan menyingkirkan kafein dengan mudah, karena ginjal dan hatinya belum berkembang dengan baik dan sempurna. Akibatnya, kefein mungkin akan menumpuk dalam sistem tubuhnya. Hal ini bisa menyebabkan sikecil menjadi rewel dan sulit tidur.

Semakin muda usia si kecil, maka semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk membuang kafein dari tubuhnya. Jika anka sudah berusia 9 bulan, barulah dia mampu menghilangkan kafein dari tubuhnya sama seperti orang dewasa.

Disamping itu, bagi ibu yang mengidap gangguan peredarah darah atau penyakit Raynaud disarankan untuk menghindari kafein sama sekali. Penyakit ini disebabkan oleh menyempitnya pembuluh darah hingga membuat jari tangan, jari kaki, dan bagian tubuh lainnya terasa dingin dan seperti ditusuk banyak jarum karena kekurangan darah.

Kafein bisa memperparah kondisi penyempitan pembuluh darah hingga membuat aktivitas menyusui terasa menyakitkan. Ini disebabkan karena puting payudara kemungkinan terasa seperti ditusuk-tusuk.

Ibu menyusui disarankan untuk membatasi asupan kafein agar tidak melebihi 300 mg per hari. Mengonsumsi kopi lebih dari 2 atau 3 cangkir sehari dapat menyebabkan ibu, bayi, atau bahkan keduanya menjadi mudah marah, gelisah, rewel, dan sulit tidur.

Perlu diingat, kafein bukan hanya terkandung didalam kopi saja, tetapi juga bisa ditemukan dalam teh, minuman kola, minuman berenergi, dan coklat. Jumlah kafein dalam setiap jenis makanan tersebut berbeda-bedan.

  • Satu kaleng minuman kola (354 ml) mengandung sekitar 40 mg kafein
  • 50 gram cokelat: sampai 50 mg
  • Satu kaleng minuman energi: sampai 80 mg
  • Satu cangkir teh: 75 mg
  • Satu cangkir kopi instan: 100 mg
  • Satu cangkir kopi saring: 140 mg

Dengan begitu, tidak ada salahnya jika ibu menyusui mengonsumsi kopi, asalkan dengan jumlah yang tepat dan tidak berlebihan. Jika ibu merasa ragu untuk mengonsumsi kopi, ibu bisa mengonsumsi air putih, jus buah (tidak lebih dari satu gelas berukuran 150 ml perhari), teh herba (periksa terlebih dahulu kandungan kafeinnya), atau teh dan kopi tanpa kafein.

Sri Maryati

Mengetahui Efek Samping Minum Kopi Bagi Ibu Menyusui | Intan Nuraeni | 4.5