Mengetahui Risiko Rematik yang Terjadi pada Masa Kehamilan

Tuesday, January 23rd, 2018 - Ibu Hamil, Kesehatan

Mengetahui Risiko Rematik yang Terjadi pada Masa Kehamilan,- Rematik atau Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Peradangan ini menyebabkan ‘kekeliruan’ sehingga jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

Rematik juga merupakan gangguan kronis. Jadi, meskipun Anda merasakan gejalanya sesekali, penyakit ini dapat memburuk dari waktu ke waktu dan bahkan sulit untuk disembuhkan.

Penyakit ini biasanya dialami oleh orang dewasa yang berusia 30-60 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga dengan rematik dan kebiasaan merokok. Namun, ada beberapa orang yang juga mengalaminya pada usia yang lebih muda. Bahkan, penyakit rematik juga bisa dialami oleh ibu hamil dan anak-anak.

Jika Anda mengidap penyakti rematik saat hamil atau saat sedang merencanakan kehamilan, maka Anda harus waspada. Pasalnya, penyakit ini sering menyerang wanita di masa suburnya, bahkan sejak proses pembuahan dan gejalanya dapat berlangsung hingga kehamilan dan persalinan.

Saat hamil, sistem kekebalan tubuh akan mengalami penurunan akibat perubahan hormon yang cukup drastis sehingga Anda rentan mengalami gejala-gejala rematik. Mulai trimester pertama, ibu hamil yang mngidap rematik akan merasakan gejala kelelahan dan efek peradangan yang menjadi lebih aktif. Jika gejala rematik ini terus aktif, maka ada kemungkinan besar gejala ini akan terus bertambah hingga memasuki trimester kedua.

Sekitar 70% ibu hamil mengalami peningkatan gejala rematik pada saat memasuki trimester kedua. Ini bisa terjadi hingga 6 minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini diperkirakan karena adanya peningkatan kadar sitokin antiradang dan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Namun, jika sejak trimester kedua ibu hanya mengalami gejala-gejala rematik ringan, maka kemungkinan gejala ini akan tetap ringan hingga trimester ketiga.

Mengetahui Risiko Rematik yang Terjadi pada Masa Kehamilan

Wanita dengan rematik memiliki berbagai masalah kehamilan yang dimulai sejak pembuahan, kehamilan, bahkan hingga persalinan dan menyusui. Selain gejala rematik yang bertambah parah, juga terdapat beberapa risiko rematik yang terjadi pada masa kehamilan yang perludiketahui dan diwaspadai, diantaranya adalah :

  • Melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR)

Data dari Taiwan National Health Insurance Research Dataset menujukkan jika salah satu masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh wanita yang mengalami rematik saat hamil adalah melahirkan bayi dengan berat badan kurang. Teori ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 yang menunjukkan bahwa wanita yang mengalami lebih banyak gejala rematik selama kehamilan lebih cenderung memiliki anak dengan berat lahir rendah.

  • Bayi lahir prematur

Ibu hamil yang mengidap rematik kemungkinan memiliki risiko kelahiran prematur lebih tinggi. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2013, para periset daru Stanford University menemukan sebanyak 28% wanita melahirkan saat kehamilannya terlalu dini (kurang dari 37 minggu). Sedangkan studi sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2011 juga mencatat bahwa wanita dengan rematik memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur.

  • Komplikasi kehamilan

Beberapa obat rematik dinilai dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Contohnya adalah disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) yang jika dikonsumsi dapat menjadi racun bagi janin. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat untuk mengatasi rematik saat hamil.

  • Preeklampsia

Wanita yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh lebih berisiko mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan. Jika preeklampsia sudah mencapai komplikasi, maka ibu hamil akan mengalami kejang, masalah pada ginjal, hingga yang paling parah dapat menyebabakn kematian pada ibu dan atau anak.

Tidak hanya itu, ibu yang mengalami rematik pada masa kehamilan juga cederung akan melahirkan bayinya secara caesar. Pasalnya, setiap bentuk arthritis yang melibatkan daerah pinggul membuat persalinan normal menjadi lebih sulit.

By Sri Maryati

Mengetahui Risiko Rematik yang Terjadi pada Masa Kehamilan | Intan Nuraeni | 4.5