Mewaspadai Faktor Penyebab Gagalnya Program Bayi Tabung

Friday, December 15th, 2017 - kehamilan, Kesehatan

Mewaspadai Faktor Penyebab Gagalnya Program Bayi Tabung,- Banyak pasangan yang tertarik untuk melakukan program bayi tabung (IVF), karena program ini disebutkan dapat meningkatkan peluang kehamilan hingga 40% pada usia 35 tahun ke bawah. Selain ini, ini merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan bagi pasangan yang sulit untuk mendapatkan momongan.

Walaupun begitu, harus diketahui bahwa tidak semua program bayi tabung berjalan sukses. Gagalnya program bayi tabung merupakan suatu pukulan bagi pasangan yang menjalaninya, terutama wanita. Tidak sedikit pasangan yang menyerah, dan lebih memilih untuk mengadopsi anak. Namun, itu bukanlah satu-satunya keputusan terbaik dala mengatasi kondisi ini.

Memahami dan mewaspadai berbagai faktor penyebab gagalnya bayi tabung sekaligus cara pencegahannya dapat memotivasi Anda untuk memulai kembali siklus lainnya. Berikut ini faktor penyebab gagalnya bayi tabung yang harus diketahui, diantaranya :

Buruknya kualitas sperma

Bahan-bahan genetik yang disimpan di dalam kepala sperma mungkin abnormal, bahkan ketika analisis air manis menunjukkan bahwa konsentrasi sperma, motilitas, dan morfologi tergolong normal. Kerusakan DNA sperma dapat disebabkan oleh paparan bahan kimia, radikal bebas, oksidan (produk samping metabolisme), serta penggunaan tembakau. Menyuntikkan satu sperma ke dalam telur dapat meningkatkan kesempatan pembuahan, namun tidak terjamin bahwa yang sudah dipilih adalah sperma yang normal. Pembuahan telur dengan sperma yang abnormal dapat menghasilkan embrio yang abnormal pula.

Pertumbuhan endometrium yang tidak optimal

Pertumbuhan endometrium yang kurang optimla merupakan salah satu pebebab program bayi tabung gagal, dan ini sulit untuk diatasi. Untuk beberapa pasien, endometrium yang tidak normal dapat dihubungkan dengan aliran darah uterus yang buruk. Sayangnya, pada sebagian besar kasus penyebabnya tidak diketahui. Untuk meningkatkan endometrium dal siklus di masa depan, maka Anda bisa melakukan biopsi endometrium sebelum siklus stimulasi.

Respon ovarium yang buruk

Seorang wanita yang sehat harus merespon dengan baik dan menghasilkan banyak telur selama fase rangsangan dari IVF. Sayangnya, tidak sedikit wanita yang mungkin tidak merespon obat IVF dengan baik, sehingga mereka hanya memproduksi sedikit sel telur, atau tidak memproduksi sel telur sama sekali. Inilah yang disebut respon ovarium buruk. Kondisi ini sangat umum pada wanita yang memiliki tingkat FSH (Follicle stimulating hormone) yang tinggi atau rendahnya jumlah antral folikel.

Cara terbaik untuk membantu ovarium menanggapi obat IVF mirip dengan menciptakan embrio yang sehat, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang sehat. Kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin D dapat sangat mengurangi kesuburan. Dengan mengoptimalkan tubuh dan memberikan waktu untuk menanggapi perubahan, maka Anda bisa melihat perubahan yang drastis.

Baca juga :

Kegagalan implantasi

Ini merupakan tahap terakhir dari mencapai kehamilan. Sebuah telur yang sehat diambil, kemudian sperma dan sel telur dipertemukan hingga menciptakan embrio, kemudian embrio ditransfer ke dalam rahim. Setelah itu, saatnya implantasi berlangsung. Sayangnya, implantasi mungkin merupakan salah satu faktor paling umum yang menyebabkan gagalnya program bayi tabung. Polip, kista, aliran darah yang buruk, lapisan yang tipis, dan lain-lain mungkin berkontribusi untuk membuat embrio tidak tertanam ketika ditransfer ke dalam rahim.

Kabar baiknya adalah bahwa akupuntur memiliki repotasi yang baik untuk meningkatkan aliran darah uterus dan tingkat implantasi. Sebuah penelitian besar telah menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan laser akupuntur pada hari embrio ditransfer akan meningkatkan tingkat implantasi sebanyak 15%. Terlebih lagi, ketika Anda melakukan akupuntur secara rutin hingga hari ditransfernya embrio, maka Anda bisa memiliki peningkatan aliran darah, sekaligus membantu rahim yang memiliki lapisan tipis.

Kurangnya kualitas embrio

Kualitas embrio tergantung pada dua faktor, yaitu sperma dan sel telur. Kedua pasangan harus berada dalam kesehatan yang optimal selama beberapa bulan sebelum siklus bayi tabung untuk membuat embrio yang sangat berkualitas. Ini memerlukan waktu hingga 90 hari bagi pria untuk memproduksi sperma yang matang. Apapun yang mereka lakukan selama ini bisa secara negatif atau positif berdampak pada sperma.

Berendam air panas, bersepeda, minum alkohol, dan merokok akan berdampak negatif pada sperma. Diet sehat yang tinggi alkali dan antioksidan dapat meningkatkan parameter sperma. Akupuntur dan obat herbal juga bisa sangat bermanfaat selama masa 90 hari tersebut.

Meskipun tidak bisa mengubah genetika dari perempuan, namun kualitas telur dapat ditingkatkan dengan menciptakan lingkungan yang sehat. Telur akan melalui proses penyaringan yang membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum mereka siap untuk ovulasi. Pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh untuk membantu memastikan potensi genetik telur tercapai. Diet, gaya hidup, dan akupuntur dapat memainkan peranan penting dalam proses ini.

By Sri Maryati

Mewaspadai Faktor Penyebab Gagalnya Program Bayi Tabung | Intan Nuraeni | 4.5