Mewaspadai Penyakit Misterius PPCM pada Ibu Hamil

Wednesday, July 26th, 2017 - Ibu Hamil, kesehatan ibu hamil

Mewaspadai Penyakit Misterius PPCM pada Ibu Hamil,- Mengalami kehamilan dan memiliki bayi merupakan saat saat yang membahagiakan bagi orangtua, terutama bagi mereka yang baru menikah. Tentu ini akan menjadi pengalaman baru. Namun, jika tidak waspada, pengalaman indah ini akan berubah menjadi mimpi buruk akibat terjadinya komplikasi kehamilan atau persalinan.

Ada berbagai komplikasi atau gangguan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Mungkin sebagian besar wanita hamil sudah mengetahui gangguan eklampsia, placenta provia, atau lainnya. Tapi, ibu mungkin belum pernah mendengar peripartum cardiomyopathy (PPCM). Ini merupakan penyakti misterius yang terjadi pada ibu hamil dan melahirkan, karena bisa tiba-tiba muncul tanpa disadari dan hingga saat ini penyebabnya belum diketahui.

Penyakit PPCM adalah gangguan pada otot jantung sehingga kekuatannya untuk memompa darah berkurang. Penyakit ini bisa timbul pada kehamilan trimester ke 3 hingga 5 bulan pasca melahirkan. Gejala yang timbul dapat berupa batuk parah, sakit kepala atau pingsan, sesak nafas terutama saat berbaring, nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, dan bengkak pada tangan dan kaki.

Sekilas, gejala tersebut memang tidak ada bedanya dengan apa yang dialami oleh ibu hamil pada umumnya. Maka dari itulah mengapa banyak ibu hamil yang mengabaikannya, padahal sebenarnya jantungnya tengah bermasalah.

Untuk memastikannya, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung jika merakana gejala-gejala tersebut. Jika memungkinkan, dokter akan melakukan pemeriksaan X-ray dan USG jantung atau echocardiography untuk mengukur ejection fraction (EF), yaitu persentase darah yang dipompa ke luar oleh jantung dalam setiap denyut.

Pada jantung yang normal, besarnya EF adalah 52%-77%, sedangkan pada penderita ppcm, EF mengalami menurunan hingga di bawah 40%. Dari pemeriksaan X-ray akan terlihat jantung sebelah kiri mengalami pembengkakan dan paru-paru terisi cairan.

Karena menyerang jantung, penyakit ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan tepat. Namun, ibu jangan panik, karena penyakit ini bisa disembuhkan. Kuncinya, ibu harus menjalani terapi sesuai dengan yang telah dianjurkan oleh dokter, minum obat secara teratur, membatasi asupan cairan, kontrol secara rutin, dan istirahatan yang cukup.

Namun, ibu harus bersabar, karena diperlukan waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sampaui fungsi pompa jantung kembali pulih. Jika setelah 6 bulan EF kembali normal, maka pasien dinyatakan sembuh. Namun, jika EF tetap berada dibawah 40%, maka itu artinya terjadi gagal jantung permanen.

Jika setelah pengobatan fungsi jantung kembali normal, ibu hamil yang pernah menderita ppcm boleh hamil lagi. Namun, harus tetap dipantau oleh dokter jantung. Sedangkan jika jantung tidak kembali normal, maka ibu dilarang hamil lagi karena ppcm bisa kembali kambuh.

By. Sri Maryati

Mewaspadai Penyakit Misterius PPCM pada Ibu Hamil | Intan Nuraeni | 4.5