Mewaspadai Tanda dan Bahaya Air Ketuban Merembes

Saturday, March 18th, 2017 - Ibu Hamil

Pada beberapa kasus, sebagian ibu hamil tidak menyadari jika dirinya mengalami kondisi air ketuban merembes, bocor, atau pecah sebelum waktunya. Hal ini tentu harus diwaspadai, karena bisa menyebabkan timbulnya risiko yang sangat fatal bagi janin.

Pada usia 36 minggu kehamilan, air ketuban memang akan berkurang karena tubuh sedang mempersiapkan proses kelahiran bayi. Maka wajar saja jika air ketuban merembes sedikit. Namun, jika rembesan terlalu banyak dan terus menerus, maka itu bisa membahayakan janin.

Pada masa kehamilan, lazimnya ibu hamil akan mengeluarkan cairan dari vagina yang lebih beragam dan lebih banyak. Itulah sebabnya mengapa ibu hamil akan merasa sulit untuk membedakan antara air ketuban merembes atau cairan vagina lainnya. Tidak jarang ibu hamil juga salah sangka dan menganggap air ketuban yang merembes sebagai urine yang keluar akibat tekanan janin pada kantung kemih ibu.

Untuk menghindari dampak berbahaya akibat air ketuban merembes, alangkah baiknya jika ibu mengetahui tanda-tanda air ketuban merembes dan perbedaannya dengan urine.

Air ketuban memiliki warna bening, terkadang juga terlihat kekuningan, sering meninggalkan bercak bintik-bintik putih di pakaian dalam, namun tidak berbau. Air ketuban yang merembes juga bisa disertai denganlendir atau bahkan darah. Sedangkan urine memiliki bau yang khas. Sementara itu, cairan vagina lainnya, seperti keputihan, akan berwarna jernih atau kekuningan. Kebocoran urine biasanya terjadi ketika Anda batuk, tertawa, dan bersin. Sedangkan air ketuban yang bocor baisanya merembes atau keluar secara terus menerus.

Bahaya Air Ketuban Merembes yang Perlu Diwaspadai

Air ketuban merembes dalam jumlah yang sedikit dan tidak terlalu sering memang dianggap normal, tapi bagaimanapun juga, Anda harus tetap waspada. Berkurangnya air ketuban dalam jumlah yang banyak bisa menimbulkan bahaya yang fatal bagi ibu dan janin yang ada didalam kandungan.

Air ketuban yang merembes pada trimester pertama dan kedua dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti keguguran, cacat lahir, lahir prematur, hingga yang paling parah adalah kematian janin.

Sedangkan kehilangan air ketuban dalam jumlah besar di trimester ketiga akan menyebabkan ibu kesulitan selama proses persalinan. Dalam kondisi kekurangan air ketuban, tali pusar bisa teremas dan hal tesebut akan mengurangi aliran oksigen ke janin. Air ketuban merembes dalam jumlah yang banyak juga bisa meningkatkan risiko persalinan caesar, serta bayi berisiko mengalami pertumbuhan yang lambat.

Jangan remehkan kondisi air ketuban merembes. Ketahui dan waspadai setiap gejala yang dialami untuk mengantisipasi risiko terburuk yang bisa terjadi. Segera berkonsultasi dengan dokter jika air ketuban Anda merembes untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan gejala yang dialami.

By Sri Maryati

Mewaspadai Tanda dan Bahaya Air Ketuban Merembes | Intan Nuraeni | 4.5