Obat Antibiotik yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Hamil

Monday, September 25th, 2017 - Ibu Hamil

Obat Antibiotik yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Hamil,- Antibiotik merupakan jenis obat-obatan yang khusus digunakan untuk mengatasi infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Obat antibiotik seringkali diresepkan selama kehamilan. Namun, terkadang antibiotik ini seakan menjadi jensi obat yang menakutkan bagi ibu hamil.

Padahal, tidak semua jenis antibiotik berbahaya bagi ibu hamil. Terdapat beberapa jenis antibiotik yang dianggap aman bagi ibu dan janin yang ada didalam kandungan. Keamanan antibiotik saat hamil tergantung pada berbagai faktor. Misalnya, jenis antibiotik yang digunakan, saat trimester berapa obat digunakan, berapa banyak dan berapa lama obat digunakan.

Walaupun begitu, ibu harus tetap mengetahui jenis obat antibiotik mana saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Agar ibu lebih waspada, berikut ini merupakan beberapa jenis obat antibiotik yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, diantaranya :

  • Golongan makrolida

Antibiotik yang diteliti dan termasuk dalam golongan makrolida yaitu azithromycin, clarithromycin, dan eritromisin. Pada penelitain di atas, ketika peneliti membatasi analisis terhadap kehamilan dengan infeksi saluran pernafasan, mereka menemukan bahwa penggunaan makrolida (kecuali eritromisin) dapat meningkatkan terjadinya keguguran jika dibandingkan dengan obat antibiotik penisilin.

  • Golongan tetrasiklin

Antibiotik yang termasuk dalam golongan tetrasiklin diantaranya yaitu tetrasiklin, doksisiklin, minosiklin. Tetrasiklin jika digunakan selama kehamilan akan menghambat produksi jenis protein tertentu dan mengganggu produksi enzim yang penting dalam penataan ulang jarinagn dan perubahan bentuk endometrium (otot bagian dalam rahim).

Obat antibiotik ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, termasuk jerawat. Maka dari itu, beritahukan dokter Anda jika Anda sedang hamil sebelum mengonsumsi obat ini.

  • Golongan sulfonamida

Antibiotik ini memiliki jenis-jenis obat yang cukup terkenal, yaitu trimetoprim atau sulfametoksazol. Pada kehamilan, obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Namun, obat ini juga akerap digunakan untuk membasmi jerawat. Untuknya, terdapat antibiotik jenis lain yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk tujuan tersebut dan tidak menyebabakn risiko keguguran, yaitu nitrofurantoin.

  • Golongan kuinolon

Terdpat banyak anggota antibiotik dalam golongan kuinolon, contohnya adalah ciprofloxacin, dan moxifloxacin. Antibiotik golongan kuinolon bisa menghambat proses pertumbuhan dan pembelahan sel dan ini bisa berpengaruh pada risiko keguguran. Pada penelitian ini juga ditemukan paparan moxifloxacin dihubungkan dengan peningkatan kecacatan sistem perpasan pada janin. Antibiotik holongan ini paling sering diresepkan untuk mengobati penyakit infeksi saluran kencing (ISK).

  • Fenoksimetilpenisilin (penisilin V)

Paparan penisilin V tidak berhubungan dnegan peningkatan risiko bayi lahir caray dan penyakit jantung bawaan, namun paparan penisilin V melalui uterus (rahim) dihubungkan dengan risiko peningkatan cacat sistem saraf pada janin.

Maka dari itu, perhatiakn baik-baik jika Anda mengalami infeksi bakteri dan diresepkan obat antibiotik ini saat hamil. Selalu beritahukan dokter jika Anda sedang mengandung dan jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter menegnai efek samping pengobatan yang diberikan terhadap kesehatan janin dan kandungan.

  • Metronidazol

Metronidazol tidak boleh diberikan pada kehamilan trimester pertama. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, diantaranya adalah trikomoniasis, infeksi bakteri vagina, hingga pneumonia.

  • Klindamisin

Klindamisin adalah anggota dari antibiotik golongan linkosamid atau linkomisin. Paparan klindamisin dan juga ofloxacin (golongan kuinolon) dihubungkan dengan peningkatan kejadian bayi lahir cacat.

By Sri Maryati

Obat Antibiotik yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Hamil | Intan Nuraeni | 4.5