Pantangan Bagi Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui

Wednesday, November 23rd, 2016 - ibu menyusui, pantangan

Masa menyusui merupakan masa yang penting untuk memberikan nutrisi bagi si kecil juga merupakan sebuah rahasia ikatan yang paling efektif anatara ibu dan anak. Tentunya, setiap ibu ingin memiliki hubungan yang dekat dan akrab dengan buah hatinya. Ikatan yang kuat antara ibu dan anak ini kelak akan berpengaruh pada rasa percaya diri anak.

pantangan-bagi-ibu-menyusui-yang-perlu-diketahui

Selain pada masa kehamilan, pada masa menyusui juga ternyata ada pantangan yang perlu ibu ketahui dan hindari. Hal ini tentunya perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan dampak terhadap air susu ibu (ASI) yang diberikan pada bayi.

Berikut ini beberapa pantangan bagi ibu menyusui yang perlu diperhatikan :

  • Buah dan sayur tertentu

Beberapa jenis buah dan sayur diduga dapat memicu alergi dan membuat bayi menjadi rewel, seperti susu sapi, kacang, kedelai, telur, gandum, jagung, bawang, dan kubis. Selain itu, sebagian ibu menyusui juga sering mengeluhkan dampak dari mengonsumsi buah seperti lemon, jeruk nipis, stroberi, kiwi, dan nanas. Juga sayur-sayuran seperti brokoli, timun, lada, bawang putih, dan bumbu kayu manis.

Jika bayi menunjukkan gejala alergi seperti diare, eksim, gangguan pernapasan ataupun rewel, maka ada kemungkinan sebagai reaksi makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.

Untuk mengetahui secara pasti, ibu bisa mebuat catatan harian minuman dan makanan yang ibu konsumsi. Jika bayi menunjukkan reaksi, hindari selama beberapa waktu. namun, tidak perlu merancang diet khusus, yang penting pilihlah makanan danminuman yang dapat menyehatkan ibu dan si kecil.

  • Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Walaupun ikan memiliki kandungan nutrisi yang tergolong tinggi, namun hampir semua ikan mengandung merkuri. Polutan ini sangat berbahaya, karena merupakan racun bagi saraf-saraf tubuh (neurotoksin). Ikan yang berada di rantai makanan atas di ekosistem laut akan memangsa sesama hewan laut, termasuk ikan-ikan kecil yang juga mengandung merkuri. Jadi, umumnya ikan yang mengandung merkuri lebih tinggi diantaranya adalah ikan makarel, ikan todak (swordfish), dan hiu. Untuk konsumsi ikan salmon, tuna, udang, atau jenis ikan lain yang tergolong rendah kandungan merkurinya, sebaiknya konsumsi hanya sekitar 2 kali perminggu.

  • Obat-obatan herbal

Ibu menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat, termasuk obat herbal. Hingga saat ini, sebagian obat herbal masih belum bisa dipastikan keamanannya dan kemungkinan efek sampingnya.

  • Minuman beralkohol

Ibu menyusui yang mengonsumsi minuman beralkohol tentu akan berisiko. Alkohol bisa masuk ke dalam ASI yang diberikan kepada bayi, sehingga aroma dan rasa dari ASI akan berubah. Ini akan memengaruhi pola konsumsi ASI oleh bayi seklaigus memengaruhi pola tidur bayi. Selain itu, sebuah stdui membuktikan bahwa bir dapat mengurangi produksi ASI, karena bir menghambat refleks untuk mengeluarkan ASI (milk ejection reflex) ketika bayi menghisap puting.

10 – 20 ml atau 8 gram alkohol yang terkandungn dalam minuman perminggu dianggap jumlah yangmasih bisa ditoleransi. Tunggu sekitar 2 jam setelah konsumsi minuman beralkohol sebelum menyusui. Walaupun begitu, akan lebih aman jikla ibu menyusui benar-benar menghindari konsumsi alkohol.

  • Kafein yang terlalu banyak

Kafein tidak hanya berasal dari kopi, namun juga teh dan minuman kola. Sebagaimana kafein pada ibu hamil, maka kafein yang diminum ibu menyusui akan masuk ke dalam ASI, sehingga ada kemungkinan dapat memengaruhi bayi untuk tetap terjaga. Meskipun tidak ada bukti yang pasti bahwa kafein pasti menimbulkan dampak, namun sebagian ibu mengaitkan antara minum kafein dengan gejala kolik, atau sulit tidur pada bayi setelah mengonsumsi minuman berkafein.

  • Merokok

Pantangan bagi ibu menyusui yang perlu diketahui yang terakhir yaitu ibu tidak boleh merokok. Hal tersebut karena dapat menyebabkan bayi terpapar zat nikotin. Tidak hanya dari asap yang dikeluarkan, nikotin juga kemungkinan dapat masuk ke dalam kandungan ASI. Jika perlu, konsultasikan ke dokter agar dapat berhenti merokok dengan bantuan terapi pengganti nikotin.

Pantangan bagi ibu menyusui perlu diperhatikan dengan cermat dan sebisa mungkin untuk dihindari. Untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat dan sesuai, maka ibu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

By. Sri

Pantangan Bagi Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui | Intan Nuraeni | 4.5