Penyakit Mata Yang Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil

Tuesday, September 19th, 2017 - Ibu Hamil, kesehatan ibu hamil

Gangguan kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil biasanya adalah sakit punggung dan bengkak di kaki. Namun, dari yang jelas-jelas terjadi, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan penglihatan mata. Ternyata, ada sebagian ibu hamil yang bisa mengalami gangguan mata seperti pengkihatan menjadi kabur hingga kacamata dan kontak lensa tidak dapat membantu dan tidak nyaman dipakai. Serupa dengan penyebab lainnya, Penyakit Mata Yang Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil ini terjadi akibat adanya perubahan hormon kehamilan serta fluktuasi tekanan darah. Dari beberapa gangguan penglihatan, beberapa jenis dibawah ini yang mungkin bisa dialami saat hamil. Gangguan tersebut ada yang perlu mendapat perhatian khusus, dan ada yang tidak.

Penyakit Mata Yang Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil

1. Mata kering.

Mata kering juga bisa dialami oleh ibu hamil. Mata kering adalah suatu kondisi di mana penderitanya akan merasakan gejala subjektif, berupa mata terasa kering, mengganjal, panas akibat berkurangnya produksi air mata atau gangguan penguapan. Kehamilan juga dapat mencetuskan mata kering karena perubahan hormonal yang terjadi dan biasanya bersifat sementara. Gangguan ini akan hilang setelah melahirkan.

Penyebab lainnya adalah karena terjadi penurunan sensitivitas kornea, sehingga produksi air mata menurun. Umumnya, pengobatan mata kering bersifat suplementasi, yaitu dengan tetes air mata buatan, dan dipilih tanpa bahan pengawet. Obat-obat tetes mata pada umumnya aman untuk ibu hamil. Selain itu, penggunaan gadget berlebih juga dapat berhubungan dengan mata kering. Hal ini karena frekuensi berkedip yang berkurang saat seseorang konsentrasi melihat.

2. Mata merah.

Mata merah merupakan saat keadaan dimana pembuluh darah konjungtiva melebar dan bisa juga karena adanya perdarahan subkonjungtiva. Banyak hal yang dapat menyebabkan mata merah, seperti iritasi, infeksi, alergi, penyakit autoimun, dan peningkatan tekanan bola mata yang mendadak. Perlu dilakukan pemeriksaan dokter apabila mata merah menetap, walaupun telah diberi obat tetes mata yang dibeli bebas di pasaran.

3. Gangguan retina.

Sebenarnya kehamilan tidak menyebabkan gangguan retina, kecuali jika ibu sebelumnya telah memiliki kelainan retina sejak belum hamil. Maka, wanita hamil dengan miopia tinggi (>S-6.00 dioptri), ada baiknya untuk memeriksakan keadaan retinanya ke dokter spesialis mata untuk dinilai apakah telah terjadi degenerasi retina perifer atau tidak.

Gangguan retina dapat ditandai dengan munculnya benda-benda kecil yang mengambang (floaters) pada pandangan mata, muncul pijar-pijar cahaya, dan pandangan menjadi kabur. Untuk mencegah terjadinya robekan retina pada ibu hamil dengan degerasi retina perifer, perlu dilakukan tindakan fotokoagulasi laser, yaitu bedah yang menggunakan laser untuk menutup atau menghancurkan pembuluh-pembuluh darah abnormal yang pecah dan bocor di retina.

4. Edema kornea.

Hal tersebut terjadi jika ada gangguan pompa kornea yang menyebabkan banyaknya cairan masuk atau tertahan di dalam lapisan kornea. Akibatnya , kornea menjadi lebih tebal dan kelengkungannya berubah. Keadaan tersebut membuat penderitanya mengalami penglihatan buram. Lensa kontak terkadang juga menjadi tidak nyaman dipakai, akibatnya, muncul keluhan penglihatan buram. Untuk memastikan dan memperoleh tindakan yang tepat jika Anda mengalami hal tersebut, segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Keadaan ini biasanya bersifat sementara dan butuh beberapa waktu untuk kembali normal.

5. Buram karena diabetes gestasional.

Diabetes yang dialami saat hamil disebut diabetes gestasional. Ibu hamil yang mengalaminya berisiko mengalami kerusakan mata berupa etinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah di retina. Gejalanya berupa penglihatan buram yang disebabkan tingginya kadar gula pada darah, dan merusak pembuluh-pembuluh darah yang bertugas menyuplai retina mata. Maka, wanita hamil dengan diabetes sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk dinilai apakah terjadi retinopati atau tidak. Ada ada 2 tipe retinopati diabetik, tipe non-proliferatif (ringan, sedang dan berat) dan tipe proliferatif. Tatalaksananya tergantung pada tingkat keparahan masing-masing.

6. Visual dan hipertensi.

Kehamilan juga dapat menimbulkan risiko Hipertensi atau peningkatan tekanan darah, baik pre-eklampsia atau eklampsia yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Sistem visual bisa terpengaruh dengan adanya perubahan tekanan darah pada pembuluh darah retina. Gambaran klinis yang ditemukan dapat berupa bengkak pada makula, suatu area sensitif dalam proses penglihatan, akibat terjadi penumpukan cairan. Perlu konsultasi ke dokter spesialis mata untuk semua keadaan yang menyebab menurunnya penglihatan dalam kehamilan.

7. Berkunang-kunang.

Mata berkunang adalah suatu perasaan ingin jatuh, atau kepala yang terasa berat, sehingga menyebabkan kehilangan keseimbangan. Ibu hamil yang mengalami mata berkunang-kunang biasanya karena mengalami anemia, atau kekurangan zat besi. Pada trimester pertama kehamilan sel darah merah banyak digunakan untuk pembentukan janin. Makanya, bagi Anda yang memiliki riwayat anemia berpotensi mengalaminya. Salah satu cara mengurangi anemia adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, yang ada pada ikan, daging merah, telur, unggas dan ikan, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau gelap.

Mencari suplemen kesehatan mata yang aman untuk ibu hamil? Baca disini : Walatra Sehat Mata

Semoga bermanfaat, salam.

Posted by Hani.

Penyakit Mata Yang Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil | Intan Nuraeni | 4.5