Penyebab Janin Mengalami Stress dan Cara Mengatasinya

Tuesday, February 21st, 2017 - Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, tidak hanya ibu saja yang mengalami stress, tetapi janin yang ada didalam kandungan juga berisiko mengalami stress. Janin stress termasuk kondisi yang cukup umum terjadi. Diperkirakan sekitar 25% bayi mengalami hal ini saat persalinan.

Janin stress yaitu suatu kondisi dimana bayi merasa ada ancaman untuk kehidupannya didalam kandungan. Bisa diindikasikan berupa gangguan aliran darah ibu ke janin atau gangguan asipan kalori dari ibu ke janin.

Janin bisa dikatakan stress ketika tim medis menemui adanya tanda-tanda bahwa kondisinya tidak normal selama didalam kandungan atau ketika dia tidak meemnuhi kriteria agar bisa dilahirkan dengan baik. Pada trimester pertama, kondisi janin stress masih sulit diketahui. Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga dapat diketahui dari frekuensi denyut jantung dan gerakan janin menggunakan alat USG, CTG, dan kurva pertumbuhan janin.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab atau meningkatkan risiko janin mengalami stress, diantaranya adalah :

  • Hamil anak kembar
  • Merokok saat hamil
  • Kekurangan nutrisi
  • Ibu hamil pada usia 35 tahun atau lebih
  • Kehamilan berusia 42 minggu atau lebih
  • Bayi yang sensitif terhadap rhesus tertentu
  • Ibu mengalami obesitas saat hamil
  • Jumlah cairan kebutan yang mengelilingi janin tidak normal (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
  • Ibu mengidap gangguan kesehatan kronis (penyakit jangka panjang), seperti tekanan darah tinggi atau diabetes
  • Bayi kecil untuk ukuran seusianya yang biasanya disebabkan karena tidak mendapatkan cukup oksigen dari plasenta

Cara Mengatasi Janin yang Mengalami Stress

Janin yangmengalami stress harus mendapatkan penanganan karena jika dibiarkan dan kondisinya bertambah parah, maka bisa menimbulkan komplikasi berupa cedera otak pada bayi atau bahkan berisiko mengakibatkan janin meninggal dalam kandungan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi janin, antara lain dengan meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh ibu dan dianjurkan unruk berbaring ke sisi kiri tubuh agar rahim tidak menekan pembuluh darah utama tubuh. Perlu diketahui, tertekannya pembuluh darah bisa menghambat aliran darah ke plasenta dan bayi Anda.

Jika janin masih mengalami stress hingga waktu persalinan tiba, maka dokter akan menyarankan untuk menjalani persalinan sesegera mungkin. Metode persalinan yang akan dilakukan tergantung dari sudah sejauh mana tahapan persalinan yang telah dilalui.

Anda masih bisa melahirkan secara normal dengan bantuan alat medis, seperti vakum atau forceps. Proses persalinan secara normal akan dilakukan dengan pemantauan ekstra dari tim medis. Jika persalinan normal tidak memungkinkan, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan persalinan melalui metode operasi caesar.

By. Sri Maryati

Penyebab Janin Mengalami Stress dan Cara Mengatasinya | Intan Nuraeni | 4.5