Penyebab Sulit Hamil Anak Kedua Menurut Medis

Saturday, April 1st, 2017 - Ibu Hamil

Setelah memiliki anak pertama, tidak sedikit pasangan yang merencanakan untuk memiliki anak ke dua. Namun, banyak pasangan yang mengeluh ketika merencakan untuk memiliki anak kedua. Jika Anda para wanita tidak kunjung hamil setelah melahirkan anak pertama, bisa jadi Anda mengalami masalah infertilitas sekunder.

Hanya karena memilkiki seorang anak tak lama setelah menikah, hal tersebut memang tidak bisa jadi jaminan akan mudah memiliki anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Hal ini disebabkan karena beberapa orang mengalami masalah infertilitas sekunder yang bisa dialami oleh perempuan ataupun laki-laki.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda memang benar-benar ingin menambah momongan. Karena, jika Anda memang mengalami masalah infertilitas sekunder, maka hal ini bisa diatasi. Dalam beberapa kasus, keluhan ini dapat disembuhkan. Kemungkinan masalah infertilitas serius jarang terjadi jika sebelumnya Anda sudah memiliki bayi.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab sulit hamil anak kedua menurut medis yang perlu Anda ketahui :

* Faktor usia

Kesuburan seorang perempuan akan menurun sertelah berusia 30 tahun. Pada usia 35 tahun juga akan ada penurunan aktivitas hormonal. Jadi, jiak Anda telah berusia diakhir 30-an, umumnya ini adalah peringatan bahwa Anda telah melalui masa puncak kesuburan. Walapu demikian, hal ini tidak berlaku jamak. Dalam banyak kasus, tidak sedikit pula perempuan yang berusia 40-an tahun yang masih bisa hamil dengan mudah.

* Jumlah sperma

Seseorang bisa berkurang kesuburannya karena usia. Bertambahnya usia terkadang mengurangi jumlah dan kualitas sperma. Pria biasanya menghadapi masalah ini setelah berusia 40-an tahun. Namun, dengan tingkat stres yang meningkat, maka masalah ini bisa saja terjadi lebih dini.

* Masalah tiroid

Hormon tiroid sangat penting untuk ovulasi sehingga dapat mempengaruhi kesempatan seorang perempuan untuk mendapatkan kehamilan kedua. Baik hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) maupun hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) sama-sama menyebabkan infertilitas.

* Jaringan parut

Terkadang, operasi atau melahirkan dengan cara caesar dapat mengakibatkan pembentukan jaringan parut di sekitar rahim. Ini disebut dengan endometresis dan sangat umum terjadi. Kondisi ini mempengaruhi indung telur, telur, saluran telur, rahim, dan bahkan fungsi sperma.

* Masalah dari kehamilan sebelumnya

Beberapa komplikasi selama kehamilan pertama bisa membuat seseorang mengalami masalah ketidaksuburan di masa mendatang. Sebagai contoh, jika Anda mengembangkan infeksi pada indung telur atau peradangan pada panggul selama persalinan pertama, maka hal tersebut dapat menyebabkan infertilitas di kemudian hari.

* Polycystic Ovary Syndrome

Penyakit ini biasanya akan menyebakan reproduksi wanita terganggu sehingga sulit untuk memiliki anak. Walaupun seorang perempuan tidak mengalami penyakit ini diusia 20-an tahun, namun tidak ada jaminan di usia 30-an tahun tidak akan terserang penyakit ini. Penyakit ini disebabakn karena ketidakseimbangan hormon. Pada usia yang lebih dewasa, masalah kesuburan akibatĀ  Polycystic Ovary Syndrome menjadi lebih buruk.

* Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan merupakan kondisi kehamilan di mana sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di rahim ibu, namun melekat ditempat lain. Jila Anda mengalami kehamilan ektopik selaam kehamilan pertama, maka hal tersebut bisa mengurangi kesempatan untuk hamil lagi. Pasalnya kehamilan ektopik merusak tuba falopi dan membentuk jaringan parut.

* Penyumbatan akibat fibroid

Fibroid terkadang tumbuh cukup besar sehingga memblokir jalan bagi telur yang sudah matang dari ovarium. Fibroid sangat umum terjadi pada usia diakhir 30-an. Keluhan ini dapat diobati dengan berbagai obat-obatan dan bisa juga melalui jalan operasi.

* Diabetes

Jika seseorang mengalami diabetes setelah kehamilan pertama, maka kemungkinan hal ini akan menghambat yang bersangkutan untuk mendapatkan kehamilan lagi.

* Merokok

Merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan pada laki-laki ataupun perempuan. Pada laki-laki, merokok bisa mengurangi jumlah sperma. Sedangkan pada perempuan, merokok menyebabakn kerusakan pada telur dalam ovarium. Dampaknya kumulatif, sehingga dapat mengurangi kesempatan seseorang untuk mendapat kehamilan kedua.

Penyebab Sulit Hamil Anak Kedua Menurut Medis | Intan Nuraeni | 4.5