Teknik Pernafasan Ketika Persalinan Normal

Tuesday, March 21st, 2017 - persalinan

Jika telah tiba waktunya melahirkan dan anda melahirkan normal, maka bidan atau dokter akan mengarahkan sang ibu untuk mengatur nafas yang dalam dan relaks ketika persalinan. Teknik pernafasan ketika persalinan normal jadi perihal yang sangat mutlak untuk diketahui dan dipelajari oleh ibu hamil apalagi ibu hamil yang memasuki trimester 3 kehamilan. Sebab bisa membantu ibu pada proses kelahiran sang bayi.

teknik pernafasan saat persalinan normal

Ketika ibu hamil pada proses melahirkan keadaan relaks, dengan mengambil nafas yang panjang dan teratur bakal mempermudah jabang bayi memperoleh pasokan oksigen yang cukup. Namun, seandainya ibu pada kondisi panik atau cemas, biasanya nafas yang diambil lebih pendek dan putus-putus maka oksigen yang dihirup tidaklah sebanyak nafas ketika kondisi relaks. Malahan nafas pada kondisi panik mampu menyebabkan otot leher juga bahu kaku dan tegang.

Ketika tubuh kondisi tegang, rasa sakit dan nyeri terus dapat lebih terasa. Ditambah lagi jika ibu bernafas dengan panik, energi yang dikeluarkan lebih banyak dan proses persalinan berlangsung lebih lambat. Sekalipun ibu yang dapat melakukan persalinan normal mesti menyimpan energi untuk mengejan jika pembukaan telah sempurna.

Teknik Pernafasan ketika Persalinan Normal

Pernafasan pada awal kontraksi

Kontraksi awal dapat menghasilkan ibu merasa panik akibat rasa sakit yang tiba-tiba datang. Aspek pertama bagi memelihara kontraksi ialah dengan bernafas. Ibu mesti melindungi agara bernafas mampu terjadi baik nafas tak terlampaui panjang atau terlampaui lambat.

Tips bernafas lambat bagi awal kontraksi sampai kontraksi lebih kuat:

  • Mulailah dengan bernafas lambat, menarik udara dari hidung dan mengeluarkan udar dari mulut.
  • Tarik nafas yang kuat pada empat hitungan atau lebih seandainya anda merasa masih mampu.
  • Lepaskan nafas dari mulut dan ikuti dengan melemaskan seluruh bagian badan dari kaki sampai kepala.
  • Ingat perhatikan anda bahwa tubuh anda bersigap guna menyambut bayi dan janganlah terdorong bersama rasa sakit yang kuat.
  • Ketika kontraksi tak datang sehingga ibu mampu bernafas seperti biasa.
  • Jangan sempat menahan nafas ketika tak ada kontraksi dikarenakan ibu mampu kehilangan banyak energi.
  • Jika kontraksi datang kembali bersama rasa sakit lebih jadi sehingga pada tubuh anda senyaman mungkin. Kembali lakukan pernafasan lambat dari hidung dan keluarkan dari mulut.
  • Tetap melaksanakan pernafasa ini sampai dokter ataupun bidan berikan petunjuk guna mulai ke tahap persalinan selanjutnya.

Pernafasan dikala kontraksi aktif dan kuat

Ketika kontraksi telah sangat kuar sehingga ibu dapat meninggalkan kontraksi lambat dan mulai bergerak guna bernafas cepat. Berikut ialah tips bernafas cepat kala kontraksi aktif:

  • Gunakan insting anda pada bernafas cepat atau lambat. kiat ini mampu menunjang tubuh ibu menaruh energi dengan baik.
  • Ketika kontraksi menajdi lebih cepat dan rasa sakit yang jadi sehingga ambil nafas ringan dari hidung dan keluarkan dari mulut. Intensitas pernafasa sangat ringan sekitar setiap satu hingga 2 detik. jaga supaya tak terjadi ketuban pecah dini pada tahap ini.
  • Saat ada jeda pada bernafas lemah sehingga melaksanakan pernafasan dalam 1-2 menit setelah itu lepaskan rasa tegang dari kepala sampai kaki.
  • Saat puncak kontraksi kembali datang sehingga coba bernafas pada lalu bernafas ringan dengan cara bergiliran. hitungan pernafasan ini mampu setiap menit sampai detik.
  • Saat rasa sakit dan kontraksi berkurang sehingga ibu mesti kembali bernafas seperti biasa.
  • Saat kontraksi selesai sehingga ambil nafas dalam dan keluarkan sambih mendesah. trik ini dapat menolong ibu merasa lebih baik dan tenang.

Pernafasan masa transisi

Ketika ibu telah masuk periode transisi adalah dikala kepala jabang bayi telah kelihatan namun jalan lahir belum membuka selengkapnya, sehingga ibu kebanyakan telah putus asa. Petunjuk bakal melahirkan pada diwaktu dekat telah kelihatan dengan jelas. Namun energi tubuh ibu mampu seperti telah habis menghadapi masa kontraksi. Ibu mesti menunggu panduan dari dokter atau bidan, kapan mesti mengejan selengkapnya. Jadi ibu janganlah berupaya buat mendorong supaya jabang bayi cepat ke luar. lantaran perihal ini tak diperbolehkan oleh dokter atau bidan.

Beberapa tips cara bernafas saat transisi:

  • Tarik nafas pendek dan segera keluarkan dari mulut.
  • Ketika kontraksi mulai dan ada keinginan untuk mengejan, sehingga ambil nafas dalam lalu keluarkan dari mulut.
  • Ketika proses ini jika anda melakukan persalinan didampingi oleh pasangan maka tetap berusaha untuk berkomunikasi.
  • Kembali lakukan bernafas pendek dengan jeda waktu setiap 20 detik untuk menjaga energi dan merasakan kontraksi.
  • Ketika kontraksi selesai maka ambil nafas panjang dan keluarkan melalui mulut.
  • Lakukan cara mengejan saat melahirkan sesuai dengan petunjuk bidan atau dokter pada tahap ini.

Pernafasan saat bayi akan keluar

Ada beberapa tips melakukan teknik pernafasan ketika melahirkan bayi akan keluar:

  • Saat kontraksi sudah kuat maka ambil nafas dalam, keluarkan dengan lembut dari mulut kemudian ulangi lagi.
  • Ketika ibu sudah merasakan dorongan yang kuat dari bayi, maka tarik nafas dalam, dorong dagu anda ke dada dan mulai bernafas lagi.
  • Kenali setiap kontraksi yang muncul dan dorongan yang kuar dari bayi.
  • Buat bagian panggul ibu menjadi lebih santai, menempatkan tekanan yang kuar pada kaki kemudian hilangkan rasa tegang pada wajah dan leher ibu.
  • Saat serviks sudah melerbar sepenuhnya maka ibu harus bersiap untuk mengambil nafas panjang, mengejan dengan hitungan membuang nafas selama empat detik lalu keluarkan nafas lagi dengan baik.
  • Buat pikiran ibu bukan terletak pada rasa sakit tapi pada bayi yang akan bertemu ibu.
  • Lalu ketika kontraksi kuat dan dorongan dari bayi sudah terasa pada bagian perineum maka ambil nafas dalam, keluarkan dari mulut dan tarik dagu ke dada. Cara ini bisa membantu ibu mengejan dengan baik.
  • Saat ibu sudah sangat santai maka ambil kembali nafas dan rasakan kepala bayi sudah berada diluar.
  • Kemudian ibu bisa bersantai sejenak, mengatur nafas dan kembali bernafas dengan teknik yang sama hingga bayi anda benar-benar keluar.
  • Saat bayi sudah keluar maka inu sudah tidak akan merasakan kontraksi dan buat tubuh ibu santai bersama bayi yang mulai mencari ASI.

Melakukan teknik pernafasan bagi ibu yang akan melahirkan secara normal memang tidak bisa dilakukan sendiri. Ibu tetap harus mengikuti intruksi dari bidan atau doker yang membantu proses melahirkan. Jangan sampai tidak mengikuti petunjuk dari dokter atau bidan, sebab kesalahan bernafas ketika melahirkan justru bisa menyebabkan ibu kehilangan banyak energi.

Teknik Pernafasan Ketika Persalinan Normal | Intan Nuraeni | 4.5