Tips Memilih Alat Pompa ASI yang Baik untuk Ibu Menyusui

Friday, December 1st, 2017 - ibu menyusui, tips

Tips Memilih Alat Pompa ASI yang Baik untuk Ibu Menyusui,- Menyusui memang menjadi salah satu kewajiban ibu setelah melahirkan. WHO menyarankan pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, tanpa tambahan cairan atau makanan apapun.

Namun, sayangnya tidak semua ibu bisa memberikan ASI secara langsung pada si kecil karena harus kembali bekerja. Bagi ibu menyusui yang harus kembali bekerja, pompa ASI atau pumping ASI sangat penting agar bisa tetap memberikan ASI secara eksklusif pada si kecil.

Berkat pompa ASI, ibu pekerja yang masih menyusui tidak perlu khawatir memilikirkan asupan ASI bagi bayi. Bayi yang berada di rumah masih bisa terus menyusu ASI meskipun ibu berada di luar rumah seharian. Yang menjadi dilema para ibu pekerja menyusui adalah memilih pompa ASI yang baik.

Memilih pompa ASI atau breastpumping memang gampang-gampang susah. Saat ini, ada dua jenis pompa ASI yang beredar di pasaran, yaitu manual dan elektrik. Sebelum memilih pompa ASI, perlu diektahui bahwa setiap ibu memiliki tingkat kecocokan dan kenyamanan yang berbeda dalam menggunakan pompa ASI.

Ada ibu yang cocok menggunakan electric breastpumping, namun ada pula kasus dimana ibu merasakan sakit dan bengkak setelah menggunakan pompa ASI elektrik. Biasanya ini terjadi karena payudara ibu alergi saat menempel dengan elemen-elemen elektronik yang terdapat pada electric breastpumping tersebut.

Agar ibu bisa memilih pompa ASI yang tepat, ikuti beberapa tips memilih pompa ASI yang baik untuk ibu menyusui berikut ini :

  • Manual vs elektrik

Ini merupakan hal yang paling dasar dalam memilih pompa ASI. Pompa ASI manual menggunakan kekuatan tangan dalam melakukan pemerahan. Sedangkan pompa elektrik menggunakan bantuan mesin saat suction. Keunggulan pompa ASI manual adalah harganya yang lebih murah, mudah dibawa, dan dapat digunakan kapanpun, karena kelengkapannya tidak sebanyak pompa elektrik.

Alat ini tentunya juga tidak memerlukan daya listrik dan tidak ada suara mesin yang berisik selama pumping berlangsung. Namun, pompa ASI manual sangat bergantung pada kekuatan tangan, sehingga tak jarang menimbulkan pegal-pegal bahkan kram.

Berbeda halnya dengan pompa ASI elektrik yang memanfaatkan mesin saat pumping, sehingga tidak akan membuat tangan ibu pegal. Namun, pompa ASI elektrik ini harganya cukup tinggi dan harus selalu tersedia daya listrik, baik dengan adaptor ataupun baterai, saat memompa ASI. Walaupun begitu, pompa ASI elektrik ini memiliki keunggulan lain, dimana kekuatan mesin saat mengisap ASI bisa disesuaikan, sehingga puting tidak terasa nyeri.

  • Single punp vs double pumps

Jika Anda memutuskan untuk membeli pompa ASI elektrik, perlu diketahui bahwa terdapat 2 jenis pompa ASI elektrik berdasarkan daya isapnya, yaitu pompa ASI single pump dan double pump. Pompa ASI single pump hanya bisa melakukan pemerahan di 1 payduara saja, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama jika ingin pumping ASI dari kedua payudara.

Sedangkan pompa ASI double pump bisa pumping pada 2 payudara sekaligus, sehingga tentunya lebih cepat. Nah, double pump ini sangat disarankan bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang.

  • Daya isapnya

Inti dari pompa ASI adalah kemampuannya dalam mengosongkan payudara dan memanen ASI. Dari sekian banyak merek pompa ASI y ang beredar, sebaiknya ibu mencari tahu terlebih dahulu mengenai kemampuannya dalam pumping. Beberapa pompa ASI memiliki daya isap yang kurang kurang, sehingga payudara akan terasa tetap penuh meskipun sudah dipompa.

  • Tingkat kebisingan mesin

Mesin pompa ASI elektrik memiliki tingkat kebisingan masing-masing, Ada yang bunyinya sangat lembut, namun ada pula yang berisik. Sebaiknya ibu perhatikan hal ini, terlebih lagi jika proses pumping dilakukan sambil menjaga anak. Jangan sampai tidur si kecil terganggu karena suara bising mesin pompa ASI. Bagi ibu yang tidak ingin mengganggu si kecil, maka bisa mempertimbangkan untuk memilih pompa ASI manual.

  • Ukuran mesin dan kelengkapannya

Secara umum, 1 set peralatan pompa ASI terdiri dari botol tampung, leher penghubung, dan corong yang menempel di payudara. Untuk pompa ASI manual, terdapat tuas untuk pemerahan. Sedangkan pada pompa elektrik, ada mesin, adaptor, dan slang hubung dari mesin ke botol. Jika ibu selalu membawa pompa ASI kemanapun, tentu sebaiknya memilih pompa ASI yang compacy dan mudah dibawa, serta tidak menghabiskan ruang di dalam tas.

  • Kemudahan pembersihan

Untuk menjaga kebersihan dan higienitas ASI yang diperah, tentunya pompa ASI yang digunakan harus dijaga kebersihannya. Jadi, pastikan peralatan pompa ASI yang dipilih mudah untuk dibersihkan.

  • Segi keamanan

Kebanyakan bahan pompa ASI berhahan plastik sehingga pastikan jika Anda memilih pompa ASI yang terbuat dari bahan plastik yang aman. Anda bisa melihat dalam kemasan yang tersedia dalam melihat jenis bahan yang aman untuk digunakan si kecil. Sebaiknya Anda menggunakna bahan plastik High Density Polyhylene (HDPE) atau pilihlah plastik yang bebas Bisphenol A (BPA).

By Sri Maryati

Tips Memilih Alat Pompa ASI yang Baik untuk Ibu Menyusui | Intan Nuraeni | 4.5